Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Katalis Inovasi, menggelar serangkaian kegiatan akademik berskala besar pada Senin, 7 April 2026. Acara yang melibatkan seminar, webinar interaktif, dan kuliah umum ini menghadirkan berbagai pembicara terkemuka dari industri teknologi, akademisi, dan praktisi inovasi untuk membahas tema sentral “Transformasi Digital dan Ekosistem Inovasi di Era Society 5.0”.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini merupakan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan ekosistem inovasi dan mendorong mahasiswa serta dosen untuk mengadopsi mindset kewirausahaan digital. Peserta yang hadir mencakai mahasiswa dari berbagai fakultas, dosen, praktisi industri, dan masyarakat umum yang tertarik mendalami transformasi digital.
Latar Belakang dan Visi Unit Katalis Inovasi
Unit Katalis Inovasi Universitas Muhammadiyah Kendari didirikan dengan visi menjadi pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan yang berdampak bagi masyarakat lokal dan nasional. Unit ini berfokus pada penciptaan ekosistem yang mendukung mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan ide-ide kreatif menjadi solusi nyata yang dapat dikomersialkan.
Dalam dokumen visi misi yang diterima redaksi, Unit Katalis Inovasi berkomitmen untuk menjadi inkubator ide-ide cemerlang yang lahir dari pemikiran kritis anggota kampus. Dengan menghadirkan seminar dan webinar berkala, unit ini membuka akses terhadap pengetahuan terkini tentang tren industri, metodologi inovasi, dan peluang pendanaan bagi startup.
“Kami percaya bahwa inovasi bukan sekadar kata kunci, tetapi keharusan dalam merespons tantangan zaman,” ujar Dr. Ir. H. Muhammad Irfan, S.T., M.T., Direktur Unit Katalis Inovasi Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara khusus dengan wartawan kampus pada Jumat lalu.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan seminar, webinar, dan kuliah umum pada 7 April 2026 dirancang sebagai platform pertemuan antara akademik, industri, dan komunitas startup lokal. “Melalui diskusi intensif dan sharing pengetahuan, kami berharap dapat menginspirasi generasi muda Kendari untuk menjadi penggerak inovasi di era digital ini,” lanjut Dr. Irfan dengan penuh antusiasme.
Rangkaian Kegiatan dan Pembicara Utama
Acara dimulai dengan pembukaan resmi yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Sidi Gazalba, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, pada pukul 09.00 pagi. Dalam sambutan pembukaan, Rektor menekankan pentingnya ekosistem inovasi bagi pengembangan kampus dan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang terampil, tetapi juga innovator yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Unit Katalis Inovasi adalah manifestasi komitmen ini,” ungkap Prof. Gazalba dalam pidato pembukaan yang berlangsung kurang lebih 15 menit.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar utama bertema “Ekosistem Digital dan Peluang Kewirausahaan di Kawasan Timur Indonesia” dengan pembicara utama Dr. Bambang Sutrisno, M.B.A., praktisi industri teknologi dan pendiri sebuah startup teknologi terkemuka di Jakarta.
Dr. Sutrisno membawa perspektif segar tentang bagaimana kawasan Timur Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara, memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem startup digital. “Saya melihat Kendari sebagai emerging hub untuk inovasi teknologi. Ada talenta muda yang besar, kebutuhan pasar yang jelas, dan dukungan dari institusi pendidikan seperti Universitas Muhammadiyah. Kombinasi ini adalah recipe sempurna untuk menciptakan ekosistem inovasi yang sustainable,” jelas Dr. Sutrisno dalam presentasinya yang mencakup studi kasus sukses startup dari berbagai daerah di Indonesia.
Senada dengan Dr. Sutrisno, Dr. Ratna Kusuma, S.Kom., M.T., Kepala Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Kendari, menambahkan insights tentang peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi digital.
“Program studi kami telah merancang kurikulum yang tidak hanya fokus pada technical skills, tetapi juga entrepreneurial thinking. Kami mengintegrasikan design thinking, lean startup methodology, dan business model canvas ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu, seminar seperti ini sangat penting untuk menghubungkan mahasiswa dengan praktisi industri secara langsung,” kata Dr. Kusuma dalam sesi diskusi yang diadakan pada pukul 10.30 pagi.
Webinar Interaktif dan Panel Discussion
Memasuki sesi kedua, kegiatan beralih ke format webinar interaktif dengan tema “Technology Trends 2026: AI, Cloud Computing, dan Cybersecurity”. Webinar ini melibatkan tiga pembicara spesialis dari perusahaan teknologi multinasional dan startup lokal.
Pembicara pertama, Ir. Hendra Wijaya, Head of Innovation Lab sebuah perusahaan teknologi besar, membahas implementasi artificial intelligence dalam konteks bisnis lokal. Beliau menunjukkan contoh konkret bagaimana AI dapat digunakan untuk optimisasi proses bisnis di UMKM dan industri lokal.
“Banyak yang berpikir AI hanya untuk perusahaan besar. Padahal, dengan tools dan platform yang sudah tersedia, bahkan UMKM dapat memanfaatkan kekuatan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka,” kata Ir. Wijaya sambil menampilkan demo aplikasi AI untuk prediksi permintaan produk.
Pembicara kedua, Siti Nurhaliza, Founder dan CEO dari startup fintech lokal “PayKendari”, berbagi pengalaman membangun bisnis digital di era yang sangat kompetitif. Beliau menceritakan perjalanan dari ideation hingga mencapai ratusan ribu pengguna aktif dalam waktu tiga tahun.
“Kunci sukses adalah memahami problem statement dengan jelas, validate dengan customer secara konsisten, dan tidak takut untuk pivot ketika data menunjukkan perlunya perubahan strategi,” tutur Siti dengan penuh inspirasi kepada para peserta yang mayoritas mahasiswa.
Pembicara ketiga, Dr. Andi Saputra, S.Kom., Ph.D., akademisi sekaligus praktisi cybersecurity dari Universitas Hasanuddin, mengingatkan tentang pentingnya security awareness dalam mengembangkan solusi digital yang aman dan terpercaya.
“Semakin banyak bisnis yang digital, semakin besar ancaman cyber yang muncul. Oleh karena itu, setiap entrepreneur muda harus memahami fundamental cybersecurity sejak awal mengembangkan produk mereka,” tegas Dr. Saputra dalam presentasinya.
Selanjutnya, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif dimana peserta dapat mengirimkan pertanyaan melalui platform virtual yang telah disediakan. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dari lebih dari seratus pertanyaan yang masuk dalam waktu 45 menit sesi Q&A.
Kuliah Umum dan Sharing Session
Pada pukul 13.00 siang, setelah istirahat makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum bertema “Mindset Entrepreneur: Dari Idea Stage hingga Scaling Up” yang dipimpin oleh Andri Gunawan, seorang entrepreneur sukses dan angel investor di bidang teknologi yang berbasis di Kendari.
Andri Gunawan menceritakan pengalamannya memulai bisnis dari nol dengan modal minimal namun determinasi tinggi. Beliau membagikan framework mindset yang diperlukan untuk menjadi entrepreneur sukses, mencakup resilience, learning agility, dan customer-centric thinking.
“Kegagalan adalah bagian dari perjalanan entrepreneur. Saya sudah memulai empat bisnis sebelum sukses di venture saat ini. Yang penting adalah belajar dari setiap kegagalan dan tidak berhenti untuk berinovasi,” ujar Andri dengan nada yang menyentuh hati ribuan peserta yang hadir.
Setelah sesi kuliah umum, diadakan sharing session dengan startup lokal yang telah berkembang. Tiga startup yang hadir antara lain: “GreenFarm Kendari” (agritech), “TravelLocalID” (travel tech), dan “EduHub Sultra” (edtech). Masing-masing founder menceritakan story mereka, tantangan yang dihadapi, dan lessons learned.
Founder GreenFarm Kendari, Zainal Arifin, menjelaskan bagaimana teknologi IoT dan big data analytics dapat meningkatkan produktivitas pertanian lokal. “Dengan sensor tanah dan weather monitoring yang connected, petani dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang kapan harus irigasi, memberikan pupuk, dan panen. Hasilnya, produktivitas meningkat hingga 40 persen,” kata Zainal dengan bangga.
Dampak dan Respons Akademis
Kehadiran peserta dalam kegiatan ini sangat luar biasa. Ruang aula utama Universitas Muhammadiyah Kendari yang dapat menampung 800 orang fully packed sejak pagi hari. Bahkan, panitia harus menyiapkan overflow area dengan live streaming untuk mengakomodasi peserta yang tidak bisa masuk ke ruang utama.
“Antusiasme mahasiswa terhadap topik inovasi dan entrepreneurship jauh melampaui ekspektasi kami. Ini menunjukkan bahwa ada appetite yang besar di kalangan generasi muda Kendari untuk terlibat dalam ekosistem startup,” ungkap Dr. Irfan kepada wartawan usai acara selesai pada pukul 17.00 sore.
Feedback dari peserta juga sangat positif. Melalui survei kepuasan yang disebarkan, 92 persen peserta menyatakan sangat puas dengan konten dan kualitas pembicara. Banyak mahasiswa yang langsung mengajukan pertanyaan tentang bagaimana mereka dapat bergabung dengan Unit Katalis Inovasi atau mengembangkan ide bisnis mereka.
“Seminar hari ini benar-benar menginspirasi saya. Saya punya ide tentang aplikasi untuk membantu UMKM di Kendari dalam manajemen inventory. Saya sudah kontak panitia untuk tahu bagaimana caranya agar ide ini bisa dikembangkan di Unit Katalis Inovasi,” cerita Sinta Wijayanti, mahasiswa semester tujuh dari Fakultas Teknologi Informasi.
Antara lain, beberapa mahasiswa langsung dimotivasi untuk mendaftar menjadi anggota dari Unit Katalis Inovasi. Tim panitia melaporkan bahwa lebih dari 200 mahasiswa mengajukan registrasi dalam periode 48 jam setelah acara berakhir.
Penutup dan Prospek Ke Depan
Kegiatan seminar, webinar, dan kuliah umum pada 7 April 2026 ini menandai komitmen serius Universitas Muhammadiyah Kendari dalam membangun ekosistem inovasi yang kuat di kampusnya. Dengan menghadirkan pembicara berkaliber nasional dan internasional, universitas tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghubungkan mahasiswa dengan network industri yang sangat berharga.
Dr. Muhammad Irfan mengumumkan bahwa akan ada series webinar bulanan yang melanjutkan momentum ini. “Kami akan menghadirkan topik-topik yang berbeda setiap bulannya, mulai dari technical workshops hingga funding pitching events. Tujuannya adalah untuk menciptakan continuous learning environment yang mendukung development mahasiswa sebagai innovator dan entrepreneur,” rencana Dr. Irfan untuk ke depannya.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga akan membuka akselerasi program untuk startup yang didirikan oleh mahasiswa dan alumni. Program ini akan memberikan mentoring, akses ke network investor, dan dukungan administratif untuk startup yang lolos seleksi.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Unit Katalis Inovasi, sedang memposisikan diri sebagai engine of innovation dan entrepreneurship di Sulawesi Tenggara. Kegiatan pada 7 April 2026 ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju visi tersebut, dan momentum positif yang tercipta menunjukkan bahwa kampus ini berada pada jalur yang tepat.
(Ditulis oleh Redaksi Jurnalisme Kampus | Universitas Muhammadiyah Kendari)