KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Unit Katalis Inovasi, menghadirkan momentum kebersamaan yang meriah dengan menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026 pada Sabtu, 31 Maret 2026. Acara berlangsung meriah di lapangan olahraga utama kampus yang terletak di Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari, Sulawesi Tenggara, melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai program studi.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa aktif, organisasi kemahasiswaan, dan dosen pembimbing ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Dies Natalis kampus sekaligus upaya merevitalisasi semangat kolaboratif di kalangan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Festival ini menampilkan beragam cabang olahraga, pertunjukan seni tradisional, dan ajang apresiasi budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang Penyelenggaraan Festival
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan komitmen konsisten dalam mengembangkan potensi mahasiswa, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, dan kesehatan fisik. Unit Katalis Inovasi, sebagai divisi khusus yang menangani Program Akselerator Inovasi, Entrepreneurship, dan Pengembangan Diri Mahasiswa, merasa perlu menghadirkan platform yang dapat mengakomodasi seluruh spektrum bakat mahasiswa.
Seperti disampaikan oleh koordinator awal perencanaan acara, kebutuhan akan wadah apresiasi seni dan olahraga semakin mendesak mengingat dinamika kehidupan kampus yang serba akademis. Mahasiswa memerlukan ruang untuk mengekspresikan kreativitas mereka, melepas beban akademik, dan membangun ikatan sosial yang lebih kuat dalam komunitas kampus.
“Kami percaya bahwa festival ini bukan sekadar acara penuh keseruan, melainkan bagian integral dari proses pembelajaran holistik yang kami tawarkan kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari,” ujar Dr. Hafid Rahman, S.Sos., M.Si., Kepala Unit Katalis Inovasi, dalam sesi pembukaan festival.
Persiapan acara ini dimulai sejak awal Februari 2026, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik dan keahlian. Komite penyelenggara terdiri dari 25 mahasiswa berpengalaman yang tersebar dalam divisi-divisi: olahraga, seni, logistik, keamanan, publikasi, dan kesehatan.
Rangkaian Acara dan Partisipasi Mahasiswa
Festival Olahraga dan Seni Budaya Universitas Muhammadiyah Kendari 2026 menawarkan dua jalur utama, yakni kompetisi olahraga dan pertunjukan seni budaya. Pada bidang olahraga, terdapat delapan cabang yang dilombakan: futsal, bulu tangkis, bola voli, badminton, tenis meja, catur, athletics track and field, serta esports dengan game Mobile Legends dan DOTA 2.
Setiap cabang olahraga diikuti oleh tim-tim yang berasal dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pendidikan dan Pelatihan Guru, Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, hingga Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Antusiasme peserta sangat tinggi, ditunjukkan dari jumlah pendaftaran yang melebihi target awal sebesar 40 persen.
Sementara pada bidang seni budaya, festival menampilkan pertunjukan yang beragam, mencakup: tari tradisional Sulawesi Tenggara, fashion show dengan batik lokal, drama musikal, band music, stand-up comedy, spoken word poetry, serta workshop seni kerajinan tangan. Pertunjukan seni budaya tidak hanya menggali tradisi lokal, tetapi juga menampilkan kolaborasi kreatif yang memadukan elemen tradisional dengan sentuhan kontemporer.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap pertunjukan dan kompetisi. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan untuk mahasiswa baru sekalipun untuk bergabung dengan tim-tim yang sudah ada,” jelas Siti Nurhaliza, S.Kom., Ketua Panitia Festival dari Departemen Informatika, dalam sebuah wawancara khusus.
Salah satu pertunjukan unggulan adalah pertunjukan tari tradisional “Tandai” yang ditampilkan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Seni. Tari ini memiliki makna mendalam berkaitan dengan ritual adat masyarakat Kendari dan disajikan dengan kostum yang autentik serta iringan musik tradisional. Selain itu, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (PSMK) juga mempersiapkan lagu-lagu yang menggabungkan lirik nasional, daerah, dan internasional.
Peran Unit Katalis Inovasi dalam Pengembangan Mahasiswa
Unit Katalis Inovasi, yang berdiri sejak 2019, memiliki misi khusus dalam memfasilitasi pengembangan soft skills, leadership, dan inovasi mahasiswa. Selain festival ini, unit tersebut juga mengelola program-program lain seperti Inkubator Bisnis Mahasiswa, Workshop Entrepreneurship, dan Mentoring Program.
Menurut Dr. Hafid Rahman, festival olahraga dan seni budaya merupakan bagian dari strategi holistik pengembangan mahasiswa. “Ketika mahasiswa terlibat dalam aktivitas ekstrakurikuler yang bermakna, mereka tidak hanya mendapatkan kesenangan, tetapi juga belajar tentang teamwork, time management, resilience, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini sangat penting dalam perjalanan karir mereka kelak,” katanya dengan penuh percaya diri.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga mengintegrasikan festival ini sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran experiential. Beberapa mata kuliah dari program studi Manajemen dan Administrasi memberikan tugas kepada mahasiswanya untuk terlibat dalam perencanaan dan eksekusi acara berskala besar seperti ini.
Dampak Positif dan Respon Civitas Akademika
Respons dari komunitas kampus terhadap festival ini sangat positif. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Andi Purnama, S.Sos., M.H., mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk memperkuat ikatan antarmahasiswa dan menciptakan budaya kampus yang dinamis.
“Saya sangat apresiasi inisiatif Unit Katalis Inovasi dalam mengorganisir acara sebesar ini. Ini menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada pengajaran akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kreativitas mahasiswa. Mahasiswa kami perlu dibekali dengan berbagai kompetensi soft skills yang akan membantu mereka dalam menghadapi tantangan di dunia kerja dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Syarifuddin, M.Ag., dalam pidato pembukaan festival juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembelajaran akademik dan pengembangan diri.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas tinggi, dan kemampuan berkontribusi positif kepada masyarakat. Festival seperti ini adalah sarana konkret untuk mewujudkan visi tersebut,” ungkapnya dalam sesi pembukaan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dosen.
Testimoni dari mahasiswa peserta juga menunjukkan dampak positif festival ini. Rendra Pratama, mahasiswa angkatan 2023 dari program studi Teknik Informatika, yang mewakili timnya dalam kompetisi futsal, mengatakan, “Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada kami untuk menunjukkan bakat di luar kelas. Selain itu, kami bisa berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai prodi, yang membuat kami merasa lebih dekat dengan komunitas kampus.”
Sementara Eka Putri Sari, mahasiswa program studi Seni Rupa yang menampilkan karya kerajinan tradisional, menambahkan, “Melalui festival ini, saya bisa mempromosikan keindahan seni dan budaya lokal Sulawesi Tenggara kepada teman-teman kampus. Respons yang kami terima sangat menggembirakan, dan saya berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi tradisi tahunan di kampus kami.”
Aspek Logistik dan Pengelolaan Acara
Penyelenggaraan festival dengan skala besar tidak terlepas dari perencanaan logistik yang matang. Panitia mengalokasikan anggaran sebesar Rp 150 juta yang berasal dari dana pengembangan akademik universitas dan sponsor lokal. Fasilitas yang disiapkan mencakup panggung utama yang berukuran 12 x 8 meter, lapangan kompetisi yang tersertifikasi, area VIP untuk pejabat dan tamu undangan, serta posko-posko kesehatan dan keamanan.
“Kami juga menyiapkan catering untuk 500 peserta dan berbagai volunteer dari mahasiswa yang berjumlah 75 orang. Mereka tersebar di berbagai pos untuk memastikan kelancaran acara,” jelas Bambang Wiratno, Koordinator Logistik Panitia, yang merupakan mahasiswa program studi Manajemen.
Aspek kesehatan dan keselamatan juga mendapat perhatian khusus. Panitia bekerja sama dengan Puskesmas terdekat dan Unit Kesehatan Kampus untuk menyediakan layanan first aid. Selain itu, protocol kesehatan pasca-pandemi tetap diterapkan, meskipun dalam bentuk yang lebih fleksibel, mengingat acara berlangsung dalam setting outdoor yang terbuka.
Antusiasme Terhadap Kelanjutan Program
Mengingat sukses festival pertama ini, Unit Katalis Inovasi sudah merencanakan untuk menjadikan acara ini sebagai tradisi tahunan. Dr. Hafid Rahman mengatakan, “Kami ingin membuat festival ini semakin besar dan lebih inklusif. Tahun depan, kami berencana menambah kategori kompetisi, memperluas jangkauan ke seluruh komunitas Kendari, dan bahkan mengundang mahasiswa dari universitas lain untuk berpartisipasi.”
Rencana pengembangan lebih lanjut juga termasuk pembentukan divisi-divisi khusus untuk mengelola festival secara berkelanjutan. Mahasiswa yang menunjukkan dedikasi dan kemampuan kepemimpinan dalam festival ini akan direkrut sebagai core team untuk acara-acara berikutnya.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Katalis Inovasi Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan platform bagi mahasiswa untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka, tetapi juga membangun komunitas kampus yang lebih solid dan dinamis.
Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta, dukungan penuh dari manajemen universitas, dan perencanaan yang matang, festival ini berhasil menciptakan momen kebersamaan yang bermakna. Momentum ini diharapkan menjadi katalis bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi, berkreasi, dan berkontribusi positif bagi pengembangan diri dan komunitas mereka.
Ke depannya, festival ini dijadwalkan untuk diselenggarakan kembali pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan program yang lebih beragam, menjadi agenda rutin yang ditunggu-tunggu oleh seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari.