KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari merayakan pencapaian signifikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui raihan akreditasi institusional dengan peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian prestisius ini khususnya melibatkan Unit Katalis Inovasi sebagai tulang punggung transformasi akademik, membuka babak baru dalam ekosistem pendidikan dan penelitian di kawasan Sulawesi Tenggara.
Berita resmi terkait akreditasi ini diumumkan secara formal pada Jumat, 11 April 2026, setelah melalui proses evaluasi komprehensif selama enam bulan. Keputusan BAN-PT menjadi validasi atas dedikasi kolektif para akademisi, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh stakeholder Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mewujudkan visi menjadi institusi pendidikan berkualitas internasional yang berdampak sosial.
### Latar Belakang Perjalanan Akreditasi
Perjalanan menuju raihan akreditasi A bukanlah proses singkat. Unit Katalis Inovasi Universitas Muhammadiyah Kendari yang resmi didirikan pada tahun 2021 telah melalui transformasi metodologis yang mendalam dalam setiap aspek operasionalnya. Unit yang dirancang sebagai inkubator bagi inovasi akademik dan pengembangan riset ini menjadi epicenter (pusat) dari restrukturisasi mutu institusional secara menyeluruh.
Dokumen self-evaluation yang diajukan ke BAN-PT mencakup analisis mendalam terhadap delapan standar akreditasi nasional, meliputi: visi-misi dan tujuan, tata kelola, mahasiswa dan lulusan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pembiayaan, pendidikan, dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
“Kami memahami bahwa akreditasi bukan sekadar sertifikat penghiasan di dinding kantor rektorat. Akreditasi adalah komitmen tertulis kepada masyarakat bahwa kami telah memenuhi standar kualitas yang ketat dan terukur,” ujar Dr. H. Anwar Ilyas, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers eksklusif yang digelar di Aula Pusat Kampus, Senin (13 April 2026, pukul 10.00 WITA).
Rektor yang telah memimpin institusi selama dua tahun ini menambahkan bahwa penetapan Unit Katalis Inovasi sebagai lembaga strategis dalam manajemen akreditasi telah membuktikan efektivitasnya dalam mengkoordinasikan pemenuhan standar-standar BAN-PT.
### Peran Sentral Unit Katalis Inovasi
Unit Katalis Inovasi Universitas Muhammadiyah Kendari berfungsi sebagai jembatan antara aspirasi akademik dengan implementasi praktis dalam meningkatkan mutu. Melalui berbagai inisiatif terintegrasi, unit ini telah mengakselerasi transformasi di lima pilar utama: peningkatan kompetensi dosen, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, internasionalisasi program studi, peningkatan infrastruktur digital, dan penguatan tiga pilar Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat).
Ir. Samsul Bahri, M.T., Ph.D., Kepala Unit Katalis Inovasi, menjelaskan bahwa pencapaian akreditasi A adalah hasil kolaborasi lintas departemen yang intensif dan terstruktur. “Ketika unit kami didirikan, sebenarnya sudah ada kesadaran bersama bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari harus melompat ke level yang lebih tinggi. Unit Katalis Inovasi menjadi instrumen untuk menggerakkan momentum tersebut secara terkoordinasi dan terukur,” jelas Bahri dalam wawancara di kantor unit pada Rabu (12 April 2026).
Lebih lanjut, Bahri menjelaskan bahwa tim unit terdiri dari 15 profesional berpengalaman dari berbagai disiplin ilmu yang bekerja dalam empat divisi: divisi pengembangan kurikulum dan pembelajaran, divisi riset dan inovasi, divisi infrastruktur akademik, dan divisi manajemen mutu dan akreditasi. Setiap divisi memiliki target spesifik yang terukur dalam Key Performance Indicator (KPI) tahunan.
“Kami tidak bermain-main dengan standar akreditasi. Setiap elemen evaluasi BAN-PT kami breakdown menjadi target operasional yang konkret dengan penanggungjawab dan timeline yang jelas,” tambah Bahri, menunjukkan dokumen roadmap akreditasi yang tersusun sistematis.
### Strategi Peningkatan Mutu yang Diimplementasikan
Dalam dokumen portofolio akreditasi yang kami telaah, terdapat sedikitnya 47 program perbaikan mutu yang telah diimplementasikan selama dua tahun terakhir. Beberapa inisiatif strategis antara lain:
Pertama, Program peningkatan kualifikasi akademik dosen. Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung 28 dosen dalam menempuh pendidikan S3 di berbagai universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Hingga saat ini, 12 dosen telah menyelesaikan studinya, meningkatkan proporsi dosen dengan gelar doktor dari 38% menjadi 45%.
Kedua, Modernisasi infrastruktur akademik dan teknologi informasi. Investasi sebesar Rp 8,5 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan Learning Management System (LMS) terintegrasi, laboratorium komputer berstandar internasional, dan perpustakaan digital. Fasilitas-fasilitas ini kini dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen secara 24/7 dari mana saja.
Ketiga, Pengembangan program penelitian dan publikasi ilmiah. Unit Katalis Inovasi mendokumentasikan peningkatan signifikan dalam output penelitian: dari 34 publikasi ilmiah dalam jurnal nasional terakreditasi pada tahun 2024 menjadi 87 publikasi pada tahun 2025. Selain itu, jumlah publikasi internasional meningkat dari 8 menjadi 23 artikel dalam jurnal terindeks Scopus atau Web of Science.
Keempat, Penguatan program pengabdian masyarakat berbasis riset. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kemitraan strategis dengan 34 lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan industri untuk melaksanakan program-program pengabdian yang berdampak langsung pada pembangunan masyarakat lokal.
### Testimoni dari Pemangku Kepentingan Akademik
Dr. Nuriah Manan, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, memberikan perspektif positif tentang dampak Unit Katalis Inovasi terhadap operasional fakultasnya. “Sejak unit ini beroperasi, kami merasakan pendampingan yang sangat intensif dalam menyiapkan dokumentasi akreditasi program studi. Tim mereka tidak hanya memberi tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga memfasilitasi kami dalam mengidentifikasi gap dan menyusun rencana perbaikan yang realistis,” ungkap Manan dalam dialog tatap muka di ruang dekanat pada Kamis (12 April 2026).
Dekan yang telah mengabdi di Universitas Muhammadiyah Kendari selama 18 tahun ini juga menambahkan bahwa peningkatan mutu berdampak langsung pada kepuasan mahasiswa dan employability lulusan. “Dalam dua tahun terakhir, tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran meningkat dari 72% menjadi 86%, sementara tingkat penempatan kerja lulusan meningkat dari 68% menjadi 81% dalam enam bulan pertama setelah wisuda,” katanya dengan penuh optimisme.
Sementara itu, Muhammad Rizki, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknik Informatika, merasakan perubahan positif dalam infrastruktur pembelajaran. “Laboratorium kami sekarang dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak terkini. Kami bisa mengerjakan proyek-proyek yang lebih kompleks dan relevan dengan industri. Ini membuat kami lebih percaya diri dalam menghadapi dunia kerja,” ujar Rizki dengan antusiasme.
### Dampak Strategis Terhadap Ekosistem Pendidikan Lokal
Pencapaian akreditasi A Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan memiliki dampak multiplier effect yang signifikan bagi ekosistem pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Sebagai institusi yang terakreditasi dengan peringkat tertinggi, universitas ini diposisikan sebagai pemimpin dalam mendorong standarisasi dan peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
Prof. Dr. H. Hasim Amin, M.Ag., Ketua Yayasan Muhammadiyah Kendari, menekankan visi jangka panjang institusi ini. “Akreditasi A adalah batu loncatan. Kami telah menetapkan target untuk masuk dalam Ranking QS Asia University pada tahun 2028 dan menjadi perguruan tinggi rujukan untuk pendidikan dan riset di kawasan timur Indonesia. Unit Katalis Inovasi akan terus menjadi senjata strategis kami dalam mencapai ambisi tersebut,” jelas Hasim Amin dalam pernyataan eksklusif.
Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sejak pencapaian akreditasi ini diumumkan, minat calon mahasiswa untuk mendaftar di Universitas Muhammadiyah Kendari meningkat 34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, reputasi institusi dalam survey persepsi masyarakat lokal meningkat dari skor 6,8 (skala 10) menjadi 7,9.
### Tantangan dan Rencana Berkelanjutan
Meskipun merayakan kesuksesan, pimpinan universitas tetap realistis tentang tantangan yang masih dihadapi. Dr. H. Anwar Ilyas mengakui bahwa pempertahankan akreditasi A dan peningkatan lebih lanjut membutuhkan komitmen berkelanjutan dan sumber daya yang memadai.
“Akreditasi bukan destinasi akhir, melainkan titik awal untuk komitmen mutu yang berkelanjutan. Kami harus terus berinovasi, meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, dan memperkuat infrastruktur akademik. Tantangan global seperti revolusi industri 4.0 dan transformasi digital menuntut kami untuk selalu adaptif dan progresif,” kata rektor dengan nada yang penuh tanggung jawab.
Unit Katalis Inovasi telah merancang roadmap akreditasi berkelanjutan untuk periode 2026-2029. Prioritas utama meliputi: peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi internasional, pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri, penguatan kerjasama internasional untuk student dan faculty exchange, serta peningkatan proporsi dosen dengan sertifikasi internasional.
### Penutup
Raihan akreditasi A Universitas Muhammadiyah Kendari menandai momentum transformatif yang signifikan dalam perjalanan institusi menuju keunggulan akademik. Keberhasilan ini adalah buah dari dedikasi kolektif, strategi yang matang, dan implementasi terstruktur melalui Unit Katalis Inovasi yang berfungsi sebagai jantung dari reformasi mutu internal.
Dalam konteks pendidikan tinggi Indonesia yang semakin kompetitif dan dinamis, pencapaian Universitas Muhammadiyah Kendari memberikan inspirasi bagi institusi-institusi lain untuk secara serius melakukan peningkatan mutu berkelanjutan. Dengan semangat yang sama, universitas ini siap melanjutkan perjalanan menuju excellence dan kontribusi yang lebih berarti bagi pengembangan sumber daya manusia dan inovasi di Sulawesi Tenggara.
Langkah berikutnya adalah memastikan bahwa akreditasi A ini diterjemahkan dalam peningkatan kualitas hidup akademik mahasiswa, relevansi lulusan dengan pasar kerja, dan dampak nyata penelitian terhadap pemecahan masalah sosial. Itulah ukuran kesuksesan yang sejati bagi sebuah institusi pendidikan tinggi di era kontemporer ini.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan konferensi pers resmi Universitas Muhammadiyah Kendari, dokumentasi Unit Katalis Inovasi, dan wawancara eksklusif dengan pejabat universitas pada 12-13 April 2026.